top of page

3.2. Indikator kerentanan sosial : tingkat rumah tangga

  • Writer: arazka wijaya
    arazka wijaya
  • Oct 16, 2019
  • 2 min read

Updated: Oct 17, 2019


Gambar 3.2.1. Ilustrasi makan bersama anggota keluarga

Memiliki keluarga yang harmonis merupakan dambaan setiap orang. Salah satu bentuk penerapannya adalah setiap anggota keluarga bisa meluangkan waktunya sebentar paling tidak untuk makan bersama, seperti yang terlihat pada ilustrasi gambar di atas. Namun kenyataannya tidak semua keluarga di dunia ini memiliki kesempatan yang sama seperti itu. Misalnya karena kesibukan dari masing masing anggota keluarga yang tidak bisa diganggu, sehingga tidak ada waktu bersama untuk paling tidak makan bersama. Atau salah satu anggota keluarga sedang tidak berada di tempat, mungkin karena sudah meninggal dunia, atau mungkin sedang di luar kota atau di negara lain. Dan kondisi keluarga ini menjadi salah satu perhatian para peneliti untuk menjadi salah satu indikator dalam tolak ukur kerentanan sosial.

Ada beberapa parameter yang dijadikan ukuran, apakah keluarga tersebut termasuk keluarga yang rentan atau tidak. Diantaranya berdasarkan siapa penanggung jawab utama dalam keluarga, Kondisi perekonomiannya, jumlah anggota keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana kondisi rumah tempat tinggal keluarga tersebut.

  • Kepala rumah tangga (household head). Sebuah keluarga, idealnya terdiri dari seorang bapak, selaku kepala rumah tangga, ibu selaku wakil kepala rumah tangga, dan anak anak sebagai anggota dari keluarga. Namun ada suatu kondisi dimana susunan keluarga, tidak menjadi ideal lagi seperti itu. Berikut ini adalah beberapa kondisi keluarga yang berkaitan dengan kepala rumah tangga, yang termasuk dalam kelaurga yang rentan.

  1. Orang tua tunggal (single parent household).

  2. Wanita selaku kepala rumah tangga (Household headed by female).

  3. Anak anak selaku kepala rumah tangga (Household headed by child)

  • Perekonomian rumah tangga (Household socioeconomic). Tingkat kesejahteraan keluarga juga dianggap oleh para peneliti sebagai salah satu indikator tolak ukur kerentanan sosial. Adapun indikator yang dapat menggambarkan kondisi perekonomian kelaurga adalah pendapatan perkapita keluarga itu sendiri (household income percapita),

  • Jumlah anggota keluarga (number of household member). Semakin besar jumlah anggota keluarga, maka akan semakin rentan keluarga tersebut. Jumlah anggota keluarga yang besar, maka akan semakin besar pengawasan yang dibutuhkan. Jumlah anggota keluarga yang besar bisa karena jumlah anak yang banyak, atau ada anggota keluarga lain yang tinggal bersama keluarga inti, misal ; saudara dari bapak atau saudara dari ibu. Atau orang lain yang dianggap sebagai saudara dan tinggal bersama, serta dianggap sebagai bagian dari keluarga inti.

  • Kondisi rumah tempat tinggal keluarga (household residence). Kondisi tempat tinggal keluarga yang memenuhi standar juga menjadi perhatian para peneliti sebagai bagian dari indikator kerentanan sosial. Semakin tidak memenuhi standar kondisi rumah tempat tinggal keluarga tersebut, maka akan semakin rentan bagi orang orang yang menempatinya. Adapun beberapa indikatornya adalah seperti, kerapatan bangunannya terhadap bangunan lain atau rumah tetangga (building density), berapa ukuran bangunannya (building type and size), dan bagaimana kondisi infrastruktur dasarnya seperti sanitasi, listrik, dan sebagainya.

Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Facebook
  • Twitter

©2019 by Geodarma digital book. Proudly created with Wix.com

bottom of page